Jl. Raya Serpong Damai Sektor VI Blok 201 No.2, BSD, Tangerang Selatan Banten - 15320
02153154661

Perkuat Daya Saing UMKM di Banten, Bea Cukai Fasilitasi FGD Klinik Ekspor

Di publish pada 04-02-2026 15:03:42

Perkuat Daya Saing UMKM di Banten,  Bea Cukai Fasilitasi FGD Klinik Ekspor
Perkuat Daya Saing UMKM di Banten, Bea Cukai Fasilitasi FGD Klinik Ekspor

Tangerang Selatan – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar Focus Group Discussion (FGD) Klinik Ekspor sebagai upaya mendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bea Cukai Tangerang pada Selasa, 3 Februari 2026.

FGD Klinik Ekspor menghadirkan narasumber dari berbagai unit dan lembaga strategis di lingkungan Kementerian Keuangan. Direktorat Fasilitas Kepabeanan DJBC menyampaikan materi bertajuk Pemberdayaan UMKM Berorientasi Ekspor. Sementara itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memaparkan materi tentang LPEI, Dasar Pembiayaan, Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE), serta Layanan LPEI lainnya. Adapun Lembaga Nasional Single Window (LNSW) menyampaikan materi UMKM Kemenkeu Satu.

 

Kepala Kanwil DJBC Banten yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum, Ony Ipmawan mengungkapkan bahwa program Klinik Ekspor merupakan salah satu prioritas Bea Cukai dalam mendorong pemasaran produk UMKM hingga ke mancanegara

 

“Kegiatan FGD Klinik Ekspor ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara instansi pemerintah, pemerintah daerah, organisasi dunia usaha dan pelaku UMKM untuk mendukung UMKM lokal di Provinsi Banten agar mampu menembus pasar internasional,” ujar Ony.

 

Peserta FGD terdiri atas agen fasilitas dari Bea Cukai Banten, Bea Cukai Merak dan Bea Cukai Tangerang, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta Pemerintah Provinsi Banten. Kegiatan ini juga diikuti oleh UMKM binaan masing-masing instansi, serta melibatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Banten.

Executive Business Officer LPEI, Suharyanto, menyampaikan bahwa sejalan dengan strategi penguatan ekspor nasional, LPEI berkomitmen mendukung pemerintah dalam pengembangan UMKM lokal melalui skema pembiayaan.

“Diharapkan forum diskusi ini dapat membantu pelaku UMKM memahami berbagai fasilitas pembiayaan ekspor yang tersedia. Terima kasih kepada Bea Cukai yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ungkap Suharyanto.

Setelah sesi pemaparan materi, Acara FGD Klinik Ekspor juga memfasilitasi sharing session tentang pemberdayaan UMKM oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Henry Suhardja, pendiri Followme Indonesia, yang merupakan UMKM binaan Bea Cukai Kanwil Banten, membagikan pengalamannya dalam menembus pasar ekspor. Followme Indonesia telah mengekspor produknya ke Papua Nugini dan sejak tahun 2025 lalu mulai merambah pasar Jepang.

“Selama lima tahun, kami merasakan pentingnya peran pendampingan, tetapi pelaku usaha juga harus aktif mencari peluang. Pelaku UMKM harus berani membuat terobosan, seperti yang kami alami saat berdiskusi langsung mengenai tren produk yang menjadi minat pasar Jepang di Paviliun Indonesia pada World Expo Osaka 2025,” ujar Henry.

Melalui acara Focus Group Discussion, Bea Cukai Banten menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM, khususnya yang berdomisili dan beroperasi di Provinsi Banten, agar mampu naik kelas dan berdaya saing global. UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas!



Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website Kanwil Banten